Teori-Teori Prasangka

Ada beberapa teori yang bisa dipakai untuk memahami prasangka, yaitu:

  1. Social Identity Theory (SIT). SIT merupakan karya dari Hanri Tajfel dan John Turner pada tahun 1979. SIT merupakan teori yang paling besar pengaruhnya terhadap penelitian menegnai prasangka. SIT menjelaskan identitas seseorang yang diperoleh dari keanggotannya pada suatu kelompok sosial. Menurut SIT, setiap kita mempunyai kebutuhan untuk merasa berharga. Untuk meningkatkan perasaan berharganya tersebut, kita bisa memperolehnya dengan prestasi pribadi atau berafiliasi dengan kelompok yang dirasa membanggakan. 
  2. Optimal Distinctiveness Theory (ODT).  ODT diusulkan oleh Marilynn Brewer paada tahun 1991-an. ODT menjelaskan bahwa kita mempunyai keinginan untuk memperoleh keseimbangan antara sebagai pribadi yang unik dan sebagai pribadi yang umum seperti orang-orang yang ada pada konteks kelompok tertentu. 
  3. Realistic Conflict Theory (RCT). RCT diusulkan oleh Donal Campbell pada tahun 1965-an yang menjelaskan konflik antar kelompok yang diakibatkan perebutan sumber daya. Pada situasi kompetitif, kita akan menunjukkan permusuhan dan prasangka, terutama jika dirasa memiliki sumber daya yang  lebih sedikit dibanding kelompok lain untuk mencapai sasaran yang diperebutkan.











Komentar